Broken home.. Bukan rumah yang rusak lho.. Broken home biasanya adalah sebutan untuk keluarga yang tidak utuh, dimana ayah dan ibu telah bercerai. Biasanya anak2 hasil dari broken home yang paling menderita dengan keadaan ini. Ada yang pelarian ke negatif tapi ga sedikit yang tetap bisa survive. Banyak yang memandang rendah anak hasil dari broken home, untuk yang satu ini gue belum dapat alasannya kenapa..
Gue sendiri besar dalam keluarga broken home. Selepas SMP sudah terpisah dari bokap n nyokap. Semua terbiasa gue lakuin sendiri. Mendaftar sekolah, kuliah, melamar kerja, wisuda, dll. Mungkin karena terbiasa sendiri, gue kurang suka di atur2. Let it be me! Sewaktu SMP dan SMA memang adalah masa transisi dimana gue merasa saat itu gue kehilangan arah tujuan hidup gue. Gue sangat nakal. Merokok, diskotik, bolos sekolah, kabur dr rmh.. Ya berbagai kenakalan remaja. Tapi beruntung gue masih bisa menahan diri untuk ga berhubungan dengan narkoba. Karena saat itu gue berpikir sedikit aja gue coba narkoba, gue ga akan bisa lepas dari itu. Sampai saat menjelang Ujian akhir SMA, gue tinggalkan kenakalan gue itu dan bertekad untuk lulus. Gue bertekad untuk bisa nunjukkin klo gue bisa jadi some one.
From NOTHING to SOMETHING!!
Akhirnya gue bisa lulus sekolah dengan nem yang bagus dan melanjutkan kuliah. Mulai semester 3, gue mulai kerja sambil kuliah.. Berat banget saat itu. Terutama saat skripsi. Gue harus pintar membagi waktu. Tapi saat itu gue berpikir gue uda gede, gue uda ga mau lagi minta duit sm ortu. Jadi gue jalani smua dengan penuh sukacita. Sampai akhirnya gue di wisuda, bahagia banget dengan apa yang gue capai.
Uda hampir 8th gue ga ktm bokap dan 3 th ga ktm nyokap, slama ini kita cuma saling kirim kabar, foto atau mengucapin happy birthday saat ultah lewat telp atau internet. Mungkin gue uda lupa bagaimana caranya bermanja sm ortu, bagaimana caranya ngungkapin rasa sayang gue sm ortu. Memang ada kerinduan saat melihat suatu keluarga yang utuh, saling mengungkapkan rasa sayang tanpa malu2. Gue kangen saat2 itu. Tapi gue ga bersedih dengan kondisi keluarga gue saat ini. Gue bahagia kalau mereka bahagia dengan pasangan mereka masing-masing. Malah gue berkhayal suatu saat nanti jika gue menikah, gue ingin mereka bersama pasangan mereka bisa dampingin gue. Seru kali ya klo di pihak mempelai cw ada 4 ortu. Hehehe..
Biasanya orang2 yang mendengar cerita tentang keluarga gue akan memandang gue iba. Sebenarnya ga ada yang perlu dikasihani dari gue. Gue bangga dengan keadaan gue saat ini. Masing2 orang tua gue uda punya keluarga sendiri, dan mereka tetap saling kirim kabar dengan gue walaupun masing-masing tinggal di negara yg berbeda. Hehehe.. Hebat kan, hubungan internasional! Gue pandang sisi positif dari semua ini, gue jadi orang yang mandiri. Yang bisa menjalani semua dengan senyum.
Jadi wanita yang tangguh, tegar!