17
Nov
08

Dicintai atau mencintai?

Blm lama ini ada cowo yang lagi PDKT sama gue tapi pake ngeyel! Bayangkan coba saudara-saudari br 3 hr kenal, dia uda berani blg klo merasa uda klik banget sm gue. Hah??! Klik dari Hongkong? Gue ampe bingung, apanya yg klik sih? Kalo soal obrolannya yg cocok, ya karena emang gue orgnya suka ngobrol n b’canda. Siapa aja jg gue ajak ngobrol. Hehehe.. Gue ampe stress deh kasih pengertian ke dia! Dari pake cara halus dengan kasih penjelasan baik2 klo gue cuma mau b’teman ga lebih dan ga bisa ksh dia harapan apa2, sampai cara t’kasar (menurut gue sih kasar) yaitu super duper teramat cuek. Walau akhirnya gue jadi ga enak hati harus pura2 ga kenal dia kalo ketemu tapi tetep aja dianya saklek bìn dablek. 1 pesan moral dari kisah ini adalah cewe ga suka cowo yang terlalu agresif. Just be cool and confident. Sekarang sh setiap ketemu dia di kreta, gue berusaha untuk selalu di sekitar rombongan tmn2 gue jadi dia pun akan segan untuk nyapa gue.

Pernah gue b’pikir bagaimana kalo sebaliknya gue yang ada diposisi dia? Dan kenyataannya gue memang pernah ngalamìn hal itu. Bukan agresif kaya gitu. Tapi gue mengharapkan sesuatu yang sebenarnya tidak akan terjadi. Bertahun-tahun bertahan dalam ketidakpastian sampai pada akhirnya gue putusin menyerah utk menunggunya. Toh dia juga uda lupa sama komitmen dia. Lebih baik kan cari cinta yang lain. Ada kalimat yg pernah gue denger, “lebih baik dicintai daripada mencintai“ tapi bagi gue lebih baik saling mencintai ato tidak sama sekali. Hubungan dengan hanya dicintai itu berasa kaya hubungan yang hampa dan hambar. Berat sebelah. Ga ad satu excitement dalam ngejalaninnya. Intinya prinsip gue adalah kalo emang org yg lo cintai t’nyata tidak punya perasaan yang sama kaya lo. Lebih baik cari cinta yang lain aja deh. Ada yang bilang cinta itu butuh pengorbanan. Tapi sebatas mana pengorbanan yang dibutuhkan untuk cinta ini. Kalau dirasa kita sudah berkorban terlalu banyak tapi belum ada hasil apa2 ya mending juga dilepasin aja. Mungkin lo bakal mikir, ngomong sih gampang tapi realisasiny? Kenyataanny gue perna ngalamin, and i can through it all. Percaya ga percaya tergantung bagaimana anda menyikapinya. Hehehe..


3 Responses to “Dicintai atau mencintai?”


  1. 20 November 2008 at 08:51

    well, terkadang cinta itu aneh. Gimana ga, orang yang cool n biasanya tenang dalam bersikap, bisa jadi canggung dan seba salah klo bertemu ama orang yang ditaksirnya. Tapi ada juga orang yang kebalikannya loh. Biasanya dia canggung, eh malah jadi cool n tenang klo ketemu pasangannya. Yah gitu dech. Wa setuju ama lo va, jujur ke perasaan sendiri jauh lebih penting dari pada harus membohongi hati nurani.

  2. 2 daoez
    23 November 2008 at 15:01

    Orang Pintar V.2.0

    Tabahkan Hati..
    Kuatkan Jiwa..
    Tebalkan Muka..
    Tutup Telinga..
    Kencangkan Sabuk..
    Siapkan Surat Warisan..

    [dz]

  3. 3 ACR
    26 November 2008 at 13:28

    sedih bgt lho va :((


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: