16
Dec
09

rumah yang rusak?!

Broken home.. Bukan rumah yang rusak lho.. Broken home biasanya adalah sebutan untuk keluarga yang tidak utuh, dimana ayah dan ibu telah bercerai. Biasanya anak2 hasil dari broken home yang paling menderita dengan keadaan ini. Ada yang pelarian ke negatif tapi ga sedikit yang tetap bisa survive. Banyak yang memandang rendah anak hasil dari broken home, untuk yang satu ini saya belum dapat alasannya kenapa..

Saya sendiri besar dalam keluarga broken home. Selepas SMP sudah terpisah dari bokap n nyokap. Semua terbiasa saya lakuin sendiri. Mendaftar sekolah, kuliah, melamar kerja, wisuda, dll. Mungkin karena terbiasa sendiri, saya kurang suka di atur2. Let it be me! Sewaktu SMP dan SMA memang adalah masa transisi dimana gue merasa saat itu gue kehilangan arah tujuan hidup saya. Saya sangat nakal. Merokok, diskotik, bolos sekolah, kabur dr rmh.. Ya berbagai kenakalan remaja. Tapi beruntung saya masih bisa menahan diri untuk ga berhubungan dengan narkoba. Karena saat itu saya berpikir sedikit aja gue coba narkoba, saya ga akan bisa lepas dari itu. Sampai saat menjelang Ujian akhir SMA, saya tinggalkan kenakalan saya itu dan bertekad untuk lulus. Saya bertekad untuk bisa nunjukkin klo sayta bisa jadi some one.

From NOTHING to SOMETHING!!

Akhirnya sayabisa lulus sekolah dengan nem yang bagus dan melanjutkan kuliah. Mulai semester 3, saya mulai kerja sambil kuliah.. Berat banget saat itu. Terutama saat skripsi, dimana saya harus pintar membagi waktu. Tapi saat itu saya berpikir saya uda dewasa, saya uda ga mau lagi minta duit sm ortu. Jadi saya jalani smua dengan penuh sukacita. Sampai akhirnya saya di wisuda, bahagia banget dengan apa yang saya capai.

Uda hampir 8th saya ga ktm bokap dan 3 th ga ktm nyokap, slama ini kita cuma saling kirim kabar, foto atau mengucapin happy birthday saat ultah lewat telp atau internet. Mungkin saya uda lupa bagaimana caranya bermanja sm ortu, bagaimana caranya ngungkapin rasa sayang gue sm ortu. Memang ada kerinduan saat melihat suatu keluarga yang utuh, saling mengungkapkan rasa sayang tanpa malu2. Saya kangen saat2 itu. Tapi saya ga bersedih dengan kondisi keluarga saya saat ini. Saya bahagia kalau mereka bahagia dengan pasangan mereka masing-masing. Malah saya berkhayal suatu saat nanti jika saya menikah, saya ingin mereka bersama pasangan mereka bisa dampingin saya. Seru kali ya klo di pihak mempelai cw ada 4 ortu. Hehehe..

Biasanya orang2 yang mendengar cerita tentang keluarga saya akan memandang saya iba. Sebenarnya ga ada yang perlu dikasihani dari saya. Saya bangga dengan keadaan saya saat ini. Masing2 orang tua saya uda punya keluarga sendiri, dan mereka tetap saling kirim kabar dengan saya walaupun masing-masing tinggal di negara yg berbeda. Hehehe.. Hebat kan, hubungan internasional! Saya pandang sisi positif dari semua ini, saya jadi orang yang mandiri. Yang bisa menjalani semua dengan senyum.

Jadi wanita yang tangguh, tegar!


0 Responses to “rumah yang rusak?!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: