03
Oct
14

One day at the church

Kunjungan ke Gereja Merah sebenarnya tanpa rencana sama sekali. Pagi-pagi kami berniat untuk mengejar sunrise di Bukit , Maskumambang sekalian mengunjungi Gua Selongmangleng yang berada di sekitar kawasan bukit tersebut.

photo 1

PicsArt

Sekembalinya kami dari Bukit, kami melewati sebuah gereja yang memang sudah mencuri perhatian saya kemarin siang. Gereja merah yang berdiri kokoh di pusat kota Kediri.

“Ini salah satu gereja tertua di Indonesia”, kata Pak Oka, Pimpinan Cabang Kediri di perusahaan tempat saya bekerja, ketika kami sedang mengelilingi kota Kediri sore kemarin.

Dan hari ini pun tanpa sengaja saya berhenti di depan gereja ini dengan maksud ingin foto sebentar. Ternyata keberuntungan sedang berpihak kepada saya. Si bapak penjaga pintu keluar ketika melihat kami berfoto dan mengajak kami untuk masuk ke dalam Gereja. Beliau menceritakan banyak hal mengenai sejarah dari Gereja Merah ini.

photo 4

Detail Gereja Merah

“Gereja yang bernama asli Gereja GPIB Immanuel ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2008, dan hingga kini warna merah tetap di pertahankan sebagai ciri khas dari bangunan Gereja Merah. Berdasarkan dari prasasti di depan pintu, gereja ini didirikan pada tanggal 21 Des 1904. Gereja ini juga memiliki koleksi kitab injil kuno yang berusia lebih dari satu setengah abad. Kitab Injil kuno dengan ukuran 43 x 29 cm dengan ketebalan 10 cm tersebut diterbitkan pada September 1867 oleh De Nederlandtche Bijbel Compagnie. Kitab Injil tersebut disimpan di kotak kaca yang ada di altar gereja. Meski warna kertasnya telah berubah setengah cokelat, namun tulisannya masih jelas dapat terbaca.”

Kami diperbolehkan untuk melihat secara langsung kitab injil kuno yang berbahasa Belanda itu dan juga diajak untuk naik ke menara lonceng. Uniknya loncengnya sendiri tidak ada, bapak penjaga bercerita bahwa lonceng itu milik Gereja ini ada di Malang dan untuk memindahkan lonceng itu sendiri butuh biaya yang tidak sedikit sehingga sampai sekarang lonceng tersebut masih di simpan di gereja Malang.

gereja merah


0 Responses to “One day at the church”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: