16
Dec
14

Traveling is addictive

Do you know that travel is addictive?

dalai lama

Berawal dari resolusi di awal tahun 2009 bahwa saya akan traveling ke 1 tempat baru di dalam negeri dan 1 di luar negeri dalam setiap tahunnya. Dari situ saya mulai menyadari bahwa traveling itu ‘berbahaya’. Traveling itu candu, menjadi ketergantungan. Trip pertama saya dengan teman-teman kantor bermula ke Sukabumi untuk rafting di tahun 2008 dan kemudian kami memutuskan untuk melakukan trip setiap tahunnya. Trip kedua kami ke Pangandaran untuk mengunjungi Green Canyon sudah terkoordinir dengan matang mulai dari anggaran, bendahara dan itinerary. Dan sejak dari itu, saya jadi ketagihan untuk bisa ngetrip. How excitement i am when make some trip planning. Saya tipe orang senang membuat itinerary dan detail dari perjalanan trip saya. Hal itu membuat perjalanan saya menjadi lebih terkoordinir. Dan kadang-kadang saya juga senang ikut-ikut open trip. Banyak teman yang saya dapatkan dari open trip yang saya ikuti. Salah satunya adalah ketika saya sendirian ikut open trip ke Derawan. Berangkat sendiri, pulang banyak kawan.

Saya selalu bilang ke teman-teman seperjalanan saya bahwa tujuan dari sebuah perjalanan itu memang penting, tapi yang lebih penting adalah proses dari perjalanan itu sendiri. Bagaimana kita menikmati perjalanan yang panjang itu, bagaimana kita bersosialisasi dengan teman seperjalanan kita, bagaimana kita memaknai perjalanan itu.

I love traveling, i do love it.


2 Responses to “Traveling is addictive”


  1. 20 December 2014 at 14:05

    Itu fotonya dimana kak?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: